Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Perang. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 08, 2020

Kala Itu Seorang Pilot F-15 Menembak Jatuh Satelit

F-15 menembakkan rudal ASAT
Peluncuran rudal ASAT (anti-satelit) pada 13 September 1985. (USAF / Paul Reynolds)

Pada 13 September 1985, seorang pilot tes F-15, Mayor Wilbert D. "Doug" Pearson, berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, Amerika Serikat (AS), untuk sebuah misi yang akan menjadikannya sebagai orang pertama dalam sejarah penerbangan.

Dinamai sebagai "Celestial Eagle Flight," misi itu memerintahkan Pearson untuk terbang melakukan pendakian vertikal dekat hingga lebih dari 35.000 kaki (10.668 m) menggunakan pesawat tempur F-15A yang dimodifikasi, untuk menembakkan rudal sepanjang 18 kaki (5,5 m) dan berat 2.700 pon (1.225 kg), ke ruang angkasa dan "membunuh" satelit usang pada ketinggian 340 mil (547 km - sekitar setinggi yang bisa diterbangkan pesawat ulang-alik).

Misi itu adalah puncak dari program pengembangan dan pengujian selama enam tahun untuk rudal anti-satelit (ASAT). Penerbangan itu mengharuskan Pearson untuk tiba pada titik dan waktu yang tepat di kisaran Pacific Missile Test Range, dan menembakkan rudal ASM-135A ASAT secara otomatis dari perut pesawatnya, membidik laboratorium surya Solwind P78-1 seberat 2.000 pound (907 kg), yang diluncurkan pada tahun 1979.

Senjata di ruang angkasa masih kontroversial, bahkan hingga hari ini terus dikembangkan. Begitu juga usaha untuk menembak jatuh satelit, terutama di komunitas sains, karena meskipun satelit itu tidak lagi beroperasi, masih dapat memberikan data berharga. Tapi itu cerita lain.

F-15 membawa rudal ASAT
F-15A yang membawa rudal ASM-135 ASAT. (USAF
F-15 menembakkan rudal ASAT
Peluncuran rudal ASAT (anti-satelit) pada 13 September 1985. (USAF / Paul Reynolds)

Mencapai kecepatan supersonik di Mach 1.2 (1.470 km/jam), Mayor Pearson melakukan pendakian 3.8g, 65 derajat, melambat hingga tepat di bawah Mach 1 (1.225 km/jam), sebelum akhirnya menembakkan rudal pada ketinggian 38.100 kaki (11.613 m), sekitar 200 mil (322 km) sebelah barat Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg.

Rudal itu berpisah dari roket pendorong setelah tahap pertama, dan kemudian didorong kendaraan homing miniatur dengan sensor inframerah ke ruang angkasa mencegat satelit, memakukan target dengan kecepatan akhir 15.000 mph (24.140 km/jam) dan menandai pembunuhan satelit pertama kali dalam sejarah oleh rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur.

Diketahui, alasan AS mengembangkan program dan misi ini adalah untuk mengonter Uni Soviet yang memiliki kemampuan kuat dalam meluncurkan dan menyebarkan satelit-satelit mini untuk memata-matai keberadaan pasukan militer AS, terutama kapal perang di laut.

Baca juga: Rusia Menguji Rudal Anti-Satelit 'Direct-Ascent'
Baca juga: MiG-31 Rusia Bawa Senjata Anti Satelit?
Baca juga: Satelit Baru Rusia adalah Senjata Luar Angkasa?

Rudal ASAT
Rudal ASAT anti-satelit di Space Gallery di Museum Nasional Angkatan Udara AS di Dayton, Ohio. Rudal ini pada akhirnya tidak pernah masuk produksi dan tidak pernah melayani militer AS. (USAF/Ken LaRock)

Pada awalnya Angkatan Udara AS ingin memodifikasi 20 buah F-15 untuk melakukan hal yang sama, tetapi karena biaya yang mahal dan masalah teknis lainnya, program akhirnya dihentikan pada tahun 1988 (setelah F-15 sudah dimodifikasi tentu saja).

Berdasar keterangan dari Angkatan Udara AS, pesawat itu, F-15A dengan register 76-0084, adalah F-15 ke-275 yang diproduksi dari jalur perakitan McDonnell Douglas di St. Louis, dan pesawat itu terbang pertama kali pada Hari Veteran pada tahun 1977.

F-15 kala itu memiliki banyak keunggulan dari semua pesawat tempur, dan cukup besar dan kuat sehingga bisa membawa rudal yang cukup besar. Memiliki kemampuan navigasi yang baik, sangat andal, dan dapat beroperasi dari banyak pangkalan udara, F-15 merupakan pilihan yang sempurna.

Baca juga: F-15 Eagle, Salah Satu yang Terbaik dari AS
Baca juga: F-15 Eagle: Jet Tempur Tua dengan Sejarah Tempur Mengesankan

Pilot Pearson
Mayor Jenderal Doug Pearson, kiri, dan Kapten Todd Pearson, kanan, sesaat sebelum Kapten Pearson terbang untuk memperingati misi Celestial Eagle 13 September 2007. (USAF / Erik Hofmeyer)

Pesawat bersejarah itu pensiun di Pusat Pemeliharaan dan Regenerasi Aerospace "Boneyard" di Pangkalan Angkatan Udara Davis Monthan sejak tahun 2009. Pearson sendiri pada akhirnya menjadi Komandan Pusat Tes Penerbangan Angkatan Udara AS dengan pangkat terakhir mayor jenderal. Putra Pearson, Todd Pearson juga mengikuti jejak sang ayah sebagai penerbang F-15.

Jumat, April 03, 2020

10 Fakta Perang Dunia I yang Jarang Diketahui

Tentara Perang Dunia I

Perang Dunia I terjadi pada 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang Dunia I melibatkan semua kekuatan besar dunia kala itu. Dua aliansi yang bertentangan, yaitu Sekutu (Britania Raya, Prancis, dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (Jerman, dan Austria-Hongaria). Ada beberapa fakta Perang Dunia I yang jarang diketahui.

Fakta 1: AS telat datang dalam perang

Baru pada bulan April 1917, Amerika Serikat menyatakan terjun dalam Perang Dunia I. Sebelumnya, meskipun perang sudah terjadi cukup lama, AS jarang sekali terlibat dalam perang. Hal ini karena sikap Presiden AS Woodroe Wilson untuk tetap bersikap netral.

Namun, Presiden Wilson jugalah yang akhirnya mengucapkan kalimat: "Perang untuk mengakhiri semua perang", saat berpidato di hadapan Kongres AS. Wilson berbicara untuk membujuk Kongres menyetujui rencana untuk perang melawan Jerman, dan benar akhirnya AS melakukannya.

Dilaporkan, total waktu pertempuran AS dalam Perang Dunia I hanyalah sekitar enam atau delapan bulan saja.

Fakta 2: Tank Perang Dunia I punya jenis kelamin

Di tempat di mana pertama kali diciptakan, tank awalnya hanya disebut sebagai "landship" atau kapal darat. Namun sebagai usaha untuk mengelabui musuh, mereka kemudian dijuluki sebagai "tank", yang artinya adalah wadah untuk menyimpan air.

Lucu, selama Perang Dunia I tank juga memiliki jenis kelamin. Yang berjenis kelamin laki-laki adalah tank yang membawa meriam dan yang berjenis kelamin perempuan adalah tank dengan senapan mesin.

Prototipe tank asli dinamai dengan Little Willie. Tank buatan Inggris tahun 1915 yang kapasitasnya untuk 3 orang awak dengan kecepatan 3 mil per jam (4,82 km per jam).

Tank Little Willie Perang Dunia I
Little Willie, tank eksperimental pertama, dibangun pada bulan September 1915. (Foto: Pinterest)

Fakta 3: Akhir dari segala hal yang berbau Jerman

Alergi terhadap segala sesuatu yang berbau Jerman sangat tinggi di Amerika Serikat selama Perang Dunia I. Nama apapun yang berbau Jerman diubah. 'Hamburger', yang namanya diambil dari nama kota Jerman, Hamburg, diubah namanya menjadi 'salisbury steak'. 'Frankfurter' (sosis) yang diambil dari nama kota Frankfurt, diubah namanya menjadi 'liberty sausage'. 'Dachshund', bahasa Jerman dari anjing yang berkaki pendek dan berbadan panjang diubah namanya menjadi 'liberty dog'. Sekolah-sekolah di Amerika juga menghentikan pelajaran bahasa Jerman, dan buku-buku yang berbahasa Jerman dilarang atau dibakar.

Sebelum Perang Dunia I meletus, bahasa Jerman adalah bahasa kedua terbanyak yang digunakan di Amerika.

Fakta 4: Penciptaan karakter dr. Dolittle

Karakter dr. Dolittle, seorang dokter yang mampu berbicara dan memahami hewan yang kita lihat dalam film Hollywood ternyata diciptakan dari sebuah parit selama Perang Dunia I. Penulisnya adalah Hugh Lofting, seorang tentara Irlandia. Lofting menulis dan mengirimkan surat bergambar kepada anak-anaknya dari parit selama Perang Dunia I.

Alih-alih menceritakan seramnya perang yang terjadi, kisah yang dikirimkan Lofting malah tentang dr. John Dolittle yang mampu berbicara dan memahami hewan. Menurut Lofting, lebih baik dia menceritakan hal ini daripada menceritakan kemenangan-kemenangan perang yang membosankan atau kejadian mengerikan di garis depan perang.

Fakta 5: Rusia terbesar dalam memobilisasi tentara

Rusia (Uni Soviet baru terbentuk pada 1922) memiliki total 12 juta tentara saat Perang Dunia I terjadi. Tapi, setelah perang berakhir, hanya sekitar seperempat dari total jumlah tersebut yang tersisa. Sisanya entah terluka, tewas atau hilang dalam perang.

Fakta 6: Istilah shell-shock dan dogfight

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), istilah gangguan mental akibat peristiwa traumatik, pertama kali ditemukan/didiagnosa selama Perang Dunia I dan disebut dengan "shell-shock." Shell adalah sebutan untuk proyektil yang berbahan peledak. Sebelumnya, orang-orang yang menunjukkan gejala shell-shock dipandang sebagai pengecut dan gampang dieksekusi. Meskipun istilah shell-shock tidak lagi digunakan untuk kondisi ini, namun para psikolog/psikiater masih menggunakan istilah ini dalam "bahasa sehari-hari".

Sedangkan "dogfight" adalah sebuah istilah (dalam hal ini angkatan udara) yang mengacu pada pertempuran udara jarak dekat antara pesawat tempur, yang dalam hal ini dibutuhkan manuver tempur dasar untuk menyerang atau mengelak dari lawan. Istilah dogfight pertama kali muncul saat Perang Dunia I.

Pesawat tempur di Perang Dunia I belum bisa terbang lama. Sementara pertempuran udara masih berlangsung, pesawat-pesawat terkadang terbang dan mendarat secara silih berganti. Nah, istilah dogfight ini muncul ketika pesawat ini akan diterbangkan kembali karena suaranya seperti geraman anjing yang akan berkelahi.

Ada satu hal lagi yang unik terkait pesawat tempur di Perang Dunia I. Di awal Perang Dunia I, pesawat-pesawat tempur kala itu masih 'mentah', karena pesawat juga belum lama ditemukan. Bahkan sebagian pelaku Perang Dunia I menilai pesawat kurang berguna dalam perang. Hal ini karena pembatasan muatannya dan hanya senjata kecil yang bisa dibawanya. Lebih sering digunakan untuk misi pengintaian, seperti mencari letak artileri dan pergerakan tentara musuh. Tak jarang kedua pilot dari dua kubu yang berperang bertemu, namun mereka hanya saling "memanas-manasi" atau saling mengacungkan tinju. Ketika tidak ada senjata, untuk menghadapi pesawat atau target lain, terkadang pilot harus melempar granat, batu atau apa saja, melemparkan tali dengan harapan agar terbelit di baling-baling pesawat musuh, atau saling tembak dengan pistol.

Fakta 7: Indian Amerika dan Afrika Amerika ikut perang

Indian Amerika tidak diberikan kewarganegaraan oleh AS sampai tahun 1924. Tapi sekitar 13.000 dari mereka ikut bertempur di Perang Dunia I. Di sisi lain, sekitar 200.000 orang Afrika Amerika juga ikut dalam perang besar tersebut. Namun, hanya 11% dari jumlah ini yang terlibat langsung dalam pertempuran dan mereka dalam unit-unit yang terpisah.

Indian Amerika dalam Perang Dunia I
Indian Amerika yang turut dalam Perang Dunia. (Foto: World War I Centennial)

Fakta 8: Kemerdekaan perempuan

Karena kaum laki-laki sibuk bertempur di garis depan Perang Dunia I, maka perempuanlah yang kemudian menjadi kepala rumah tangga. Mereka melakukan pekerjaan apapun termasuk pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan laki-laki. Mereka menunjukkan bahwa mereka juga mampu melakukan pekerjaan laki-laki. Barat menilainya sebagai awal "kemerdekaan" kaum perempuan.

Pada tahun 1918, sebagian besar perempuan Inggris yang berusia 30 tahun ke atas telah diizinkan untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen. Sedangkan Amerika Serikat baru mengikuti 2 tahun kemudian.

Fakta 9: Kebangkitan

Perang Dunia I telah mengubah Amerika Serikat menjadi kekuatan militer terbesar di dunia. Di sisi lain, ketika Perang Dunia I berakhir, Polandia, Lithuania, Finlandia, Latvia dan Estonia menjadi negara sendiri.

Namun, dampak Perang Dunia I yang terbesar adalah adalah lahirnya Federasi Uni Soviet, negara komunis pertama yang dilihat dunia. Menurut sejarawan, ini adalah perubahan yang paling mengejutkan namun paling penting dari dampak Perang Dunia I.

Fakta 10: Kejatuhan

Secara teknis, yang memenangkan Perang Dunia I dapat dikatakan adalah Sekutu, tetapi kemenangan mereka ini harus dibayar dengan harga yang mahal. Inggris tidak pernah pulih kembali sebagai pemimpin ekonomi dunia. Prancis, seperti halnya Inggris juga menderita. Ada hutang besar yang harus dibayar, reruntuhan untuk ditangani, pertumbuhan tingkat pengangguran yang tinggi, dan ekonomi yang bergerak sangat lambat.

Selain itu, Perang Dunia I juga membuat runtuh empat kerajaan yaitu Austria-Hungaria, Jerman, Kesultanan Utsmaniyah, dan Kerajaan Rusia.

Selasa, Maret 17, 2020

Bencana Kapal Selam Nuklir Pertama kali Terjadi 57 Tahun Lalu

Ini bencana pertama yang terjadi untuk kapal selam nuklir.

Kapal Selam Thresher
USS Thresher (SSN-593) saat pelayaran 30 April 1961. (Foto: Wiki Common)

Lima puluh tujuh tahun lalu kapal selam "Thresher" Amerika Serikat saat tes menyelam telah tenggelam tanpa jejak ke dalam jurang di 220 kilometer lepas pantai timut laut Amerika Serikat.

Sisa-sisa kapal masih berada di kedalaman hampir 4 kilometer. Para ilmuwan masih berdebat tentang penyebab bencana. Hingga kini, penyebabnya masih belum diketahui.

Pada pukul 7:30 (waktu Amerika) pada tanggal 10 April 1963, kapal selam Thresher mulai menyelam jauh ke Atlantik. Selain awak kapal selam, di dalamnya ada 17 ahli sipil. Mereka adalah perwakilan dari analis tumbuh-tumbuhan dan dari beberapa perusahaan industri. Tujuannya adalah untuk menguji kapal dalam menyelam di kedalaman maksimum yaitu 360 meter.

Kapal selam Thresher didampingi oleh kapal penyelamat Skylark yang dilengkapi dengan perangkat komunikasi Sonar dan rescue diving bell. Awak kapal penyelamat ini memiliki kemampuan menyelam hingga kedalaman 30 meter. Ini sudah menjadi persyaratan umum untuk seluruh armada selam dunia.

Kapal Selam Thresher
Kapal Selam Thresher, 24 Juli 1961

Pada pagi 10 April, kapal selam Thresher muncul di kedalaman periskop untuk menentukan lokasi geografis sebelum penyelaman ke laut dalam. Di titik ini, ia telah melewati landas kontinen dan meneruskan perjalanan ke daerah Wilkinson Basin di mana kedalaman samudera Atlantik meningkat signifikan dari 300 hingga 2.400 meter. Artinya, kapal selam Thresher sudah berada di tempat di mana ia dapat menyelam dengan bebas tanpa takut menabrak dasar laut.

Laut saat itu begitu tenang, jarak pandang pun bagus dan kecepatan angin tidak melebihi 3,5 meter per detik. Komunikasi dengan kapal penyelamat Skylark dilakukan dengan telepon yang disebut hidro-akustik.

Pada pukul 08:00, komandan kapal selam memberikan perintah untuk mulai menyelam jauh. Dia harus menghubungi Skylark setiap 15 menit. Pada 7:54 pesan pertama dari kapal selam Thresher yaitu "OK, kami akan meneruskan penyelaman". Di 9:30 kapal penyelamat Skylark menerima pesan terakhir, tapi dari seluruh pesan yang diterima hanya 2 kata yaitu ".....kedalaman maksimum......".

Masalah mulai pada pukul 09:10 ketika kapal selam tidak merespon panggilan. Tidak ada respon atas panggilan berulang dalam satu menit. Khawatir dengan kapal selam Thresher, navigator dari Skylark mengambil mikrofon dan berteriak "Apakah kau baik-baik saja? jawab! Demi tuhan jawab aku!". Tapi tidak ada jawaban.

Kapal Selam Thresher
USS Thresher (SSN-593), di laut pada 24 Juli 1961. (Foto_\: Wiki Common)

Pada pukul 9:11, pesan kacau muncul dari kapal selam Thresher yang menunjukkan bahwa mereka sedang dalam masalah. Beberapa detik kemudian terdengar suara kompresi udara yang masuk ke dalam tangki yang berlangsung selama 20-30 detik. Dianalisa dari suaranya, para kru kapal selam mencoba meledakkan tangki pemberat. Beberapa detik kemudian terdengar suara bergemuruh yang teredam. Navigator Skylark memperkirakan kebisingan yang terjadi adalah akibat sesuatu yang berderak/bergesekan/menghantam lambung kapal, ia tahu ini dari pengalamannya selama Perang Dunia II.

Untuk satu setengah jam, Skylark menunggu dengan sia-sia berharap kapal selam Thresher muncul ke permukaan. Ketegangan para awak di kapal Skylark semakin meningkat ketika sinyal respon dari Thresher tidak kunjung datang. Pada 10:40, komandan Skylark memutuskan untuk melemparkan granat ke dalam air, dengan ledakan granat ini seharusnya menjadi sinyal bagi Thresher untuk segera muncul. Namun ini juga tidak menghasilkan apapun.

Akhirnya, setelah yakin bahwa koneksi dengan Thresher telah hilang, komandan Skylark mengirim telegram ke markas. Keesokan harinya, potongan pelampung dan plastik, botol plastik, glasses (kacamata selam) dan sarung tangan karet yang biasa digunakan penyelam ditemukan di daerah kapal selam itu menghilang. Ini mengindikasikan bahwa 129 kru di dalam kapal selam Thresher telah menghilang/keluar dari kapal selam.

Pada tahun 1963-1964 ditemukan reruntuhan luar lambung kapal selam dan beberapa sisa-sisa perlengkapan dari kru Thresher. Ada beberapa teori tentang apa yang sebenarnya terjadi. Teori pertama adalah bahwa kecelakaan itu disebabkan kesalahan personel kapal selam yang menyelam melebihi kedalaman maksimum dan hancur oleh tekanan besar di bawah air. Teori kedua mengatakan bahwa kapal selam kehilangan daya apung karena air masuk ke dalam lambung kapal melalui katup atau pipa yang rusak. Namun, dua diagnosa teori ini belum dapat ditegakkan.

Pencarian USS Thresher
Kapal-kapal Angkatan Laut AS berputar di sekitar lokasi tenggelamnya Thresher, 15 April 1963, lima hari setelah kehilangannya. (Foto: Wiki Common)

Selain dua teori ini, ada asumsi lain yang dilaporkan oleh pers asing, yaitu kemungkinan yang tidak dapat dikesampingkan adalah bahwa kapal selam Thresher meledak dikarenakan eksposur tempur dari "musuh bawah air" yang tidak diketahui. Sebenarnya teori ini dianggap cukup realistis oleh Amerika karena pada saat itu memang terjadi krisis di Karibia, konfrontasi nuklir dan sebagainya.

Beberapa ilmuwan dari AS mengatakan bahwa penyebab hancurnya kapal selam Thresher adalah akibat gelombang internal. Hari itu, tepat di daerah uji coba, topan sedang berkecamuk. Topan tersebut menyebabkan gulungan yang kuat di perairan uji coba Thresher dan ini memberikan kontribusi pencampuran kuat dari laut bagian atas. Akibatnya air hangat dari lapisan laut atas akan tertarik ke bawah. Jika Thresher berada di lapisan air hangat maka akan jatuh ke kedalaman maksimum. Para kru tidak punya waktu untuk meniup tangki ballast dan Thresher tenggelam pada kedalaman 2.800 meter.

Kapal selam Azores Scorpion
Azores "Scorpion" 22 Mei 1968.

Lima tahun kemudian, pada 21 Mei 1968, dalam keadaan yang sama misteriusnya, kapal selam Azores "Scorpion" tenggelam beserta 91 kru di 400 km lepas pantai Amerika. Kapal ini masih terkubur di kedalaman lebih dari 3 kilometer.

Angkatan Laut Amerika Serikat tidak dapat menentukan penyebab kecelakaan tersebut, tetapi tradisi lama selalu dikaitkan dengan Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle). Itu adalah bencana terbesar kedua dan terakhir dalam dunia perkapalselaman Angkatan Laut Amerika Serikat.

Minggu, Maret 01, 2020

Jumlah Kematian Orang Amerika Akibat Perang Ditinjau dari Sejarah

Berikut ini adalah daftar korban Amerika Serikat (AS) dalam berbagai konflik yang konflik-konflik tersebut memang telah menjadi bagian dari sejarah negara itu. Angka-angka berikut adalah jumlah angka kematian yang dilaporkan saja, tidak termasuk jumlah yang terluka dan hilang.

Perang saudara (perang sipil) masih menyumbang jumlah korban yang tertinggi di AS. Menarik untuk dilihat jumlah korban AS yang mengejutkan dalam Perang Dunia II bila dibandingkan Perang Dunia I.

Padahal Perang Dunia I mereka sebut-sebut sebagai "War to End All Wars" atau dengan kata lain berarti "Perang untuk Menyudahi Semua Perang". Lalu ada "Forgotten war" di Korea. Masih disebut "Forgotten War" kendati jumlah korban hampir menyentuh angka 37.000.

Presiden Abraham Lincoln
Presiden Lincoln

Dalam 100 tahun pertama keberadaannya, lebih dari 683.000 orang Amerika kehilangan nyawanya, dengan perhitungan 91,2% nya (623.026) disumbang dari perang sipil.

Dalam 100 tahun berikutnya, 626.000 jiwa Amerika pun kembali melayang melalui 2 perang dunia dan beberapa konflik regional lainnya. Perang Dunia II mewakili 65% dari jumlah tersebut. Melihat perbandingan ini, perang sipil mungkin dapat disebut sebagai perang paling "mahal" dalam sejarah berdirinya negara Amerika.


KONFLIK RENTANG WAKTU KORBAN
Revolutionary War 1775-1783 25,000
Northwest Indian War 1785-1795 ~1,056
Quasi-War 1798-1800 514
War of 1812 1812-1815 ~20,000
1st Seminole War 1817-1818 36
Black Hawk War 1832 305
2nd Seminole War 1835-1842 1,535
Mexican-American War 1846-1848 13,283
3rd Seminole War 1855-1858 26
Civil War 1861-1865 ~625,000
Indian Wars 1865-1898 919
Great Sioux War 1875-1877 314
Spanish-America War 1898 2,446
Philippine-American War 1898-1913 4,196
Boxer Rebellion 1900-1901 131
Mexican Revolution 1914-1919 ~35
Haiti Occupation 1915-1934 148
World War 1 1917-1918 116,516
North Russia Campaign 1918-1920 424
American Exp. Force Siberia 1918-1920 328
Nicaragua Occupation 1927-1933 48
World War 2 1941-1945 405,399
Korean War 1950-1953 36,516
Vietnam War 1955-1975 58,209
El Salvador Civil War 1980-1992 37
Beirut 1982-1984 266
Grenada 1983 19
Panama 1989 40
Gulf War 1990-1991 258
Operation Provide Comfort 1991-1996 19
Somalia Intervention 1992-1995 43
Bosnia 1995-2004 12
NATO Air Campaign Yugoslavia 1999 20
Afghanistan (ongoing) 2001- 1,893 (2/2012)
Iraq 2003-2011 4,484 (2/2012)

From : militaryfactory
Partial Sources: U.S. Army Military History Institute; iCasualties.org

Sabtu, Februari 29, 2020

Misteri Kematian 'Billy The Kid'

Nama aslinya adalah Patrick Henry McCarty alias William H. Bonney Jr, tapi lebih dikenal dengan 'Billy The Kid'. Di usia yang baru mencapai 21 tahun, Patrick Henry McCarty telah dikenal sebagai penembak jitu. Mungkin inilah alasan dia dijuluki sebagai "Billy The Kid".

Dari berbagai kisah yang beredar selama ini, Billy The Kids telah menghabisi 21 nyawa manusia. Tapi belakangan sejarah meyakini bahwa Billy The Kids hanya menembak mati 8 orang, ada pula yang meyakini bahwa korbannya cuma 4 orang. Dan ada pula fakta yang cukup mencengangkan mengatakan bahwa tidak ada satupun korban nyawa selama aksi-aksi penembakan yang dilakukan oleh Billy.

Bersandar di Winchester 1873, senapan favoritnya. Tidak tampan dan bertubuh atletis seperti di film-filmnya

Kematiannya pun masih menjadi tanda tanya. Apakah betul Billy mati ditembak oleh Sherif Pat Garret di perbatasan New Mexico? Ini tertuang dalam biografi Garret yaitu "The Authentic Life of Billy the Kid, 1882" dan buku-buku lainnya yang diterbitkan di kemudian hari.

Di tahun 1950-an, versi kematian Billy seperti cerita diatas mulai diragukan banyak pihak. Saat itu ada seseorang yang bernama Brushy Bill Roberts mengaku bahwa dirinya adalah Billy The Kid. Pria tua ini datang ke New Mexico untuk meminta pengampunan. Pria tua ini memiliki rahasia besar yang telah dipendamnya selama 70 tahun. Diceritakannya, pada malam 13 Juli di tahun kematiannya 1881, sebenarnya Sherif Pat Garret bukan menembak mati dirinya tapi menembak mati sahabatnya yaitu Billy Barlow.

Pat Garret. Meninggal tahun 1908 di usia 57 tahun

Bila pengakuan Brushy itu benar, maka akan runtuh semua fakta sejarah tentang Billy yang diambil dari biografi tersebut. Padahal buku tersebut menjadi acuan utama sejarawan dan pembuat film-film koboi. Selain mengancam citra kepahlawanan dari Pat Garret, Pat Garret akan dianggap sebagai salah seorang pembohong terbesar di dunia ini yang telah membunuh orang yang tidak bersalah. Tidak jelas mana kisah yang benar.

Billy the Kid hanya memiliki satu foto yang katanya foto tersebut diambil sebelum ditembak mati oleh Sherif Pat Garret pada 1881. Foto tersebut telah menjadi foto ikonik dalam sejarah barat.

Foto tersebut diambil oleh seorang fotografer di Fort Summer, New Mexico 2x3 inci tintype, foto tersebut menunjukkan Billy the Kid dengan sombongnya bersandar pada sebuah senapan model Winchester 1873. Senjata yang paling populer di zaman tersebut.

Pada 25 Juni 2011 tintype ini dijual seharga $ 2.300.000 di sebuah pelelangan. Bayangkan, sang fotografer hanya dibayar 25 sen untuk menciptakan gambar ini.

Konsep-Konsep Leonardo Da Vinci Dalam Persenjatan Modern

Leonardo Da Vinci
Nama aslinya Leonardo Di Ser Piero, lahir di Vinci, Italia, 15 April 1452. Biasa kita kenal dengan Leonardo Da Vinci.

Da Vinci merupakan seorang pelukis, musisi, arsitek, penulis dan pematung. Dianggap sebagai orang yang jenius dan sebagai prototipe manusia renaisans.

Karya-karyanya begitu melegenda seperti Monalisa dan Last Super. Selain memajukan ilmu astronomi, anatomi, teknik sipil dan kuliner, tahukah anda jika Da Vinci juga mendesain teknologi modern seperti saat ini? Ya, Da Vinci memang merancang banyak senjata antara lain crossbows raksasa, senjata mesin, bom cluster dan tank modern.

Berikut kita uraikan beberapa ide Da Vinci tentang teknologi modern terutama persenjataan dan perlengkapan perang.

1. Leonardo Da Vinci Terminator
Leonardo Da Vinci Terminator

Adalah sketsa prajurit mekanis atau dalam teknologi modern disebut sebagai tentara robot. Karya Da Vinci ini ditemukan oleh Carlo Pedretti pada tahun 1957 di antara desain-desain Da Vinci lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

Prajurit mekanis ini pertama kali disketsa oleh Da Vinci tahun 1495, tapi baru mulai direkonstruksi ulang tahun 1996 oleh Mark Rosheim saat mempublikasikan sebuah studi independen mengenai robot.

Baru pada tahun 2002 proses rekonstruksi ulang itu selesai, lengkap dengan seluruh model fisiknya. Sejak itu, "robot" Da Vinci muncul di berbagai even, eksibisi dan museum-museum.

Di tahun 2007, Mario Taddei mengadakan penelitian baru mengenai dokumen asli prajurit mekanis Da Vinci ini. Hasilnya dia mendapatkan banyak data yang memungkinkannya untuk merekonstruksi kembali "robot" ini. Dari penelitiannya diketahui bahwa "robot" Da Vinci tersebut dapat bergerak tapi hanya terbatas pada lengan-lengannya saja. Gerakannya pun hanya ke kanan dan ke kiri. Jadi, dipastikan "robot" ini cuma dapat digunakan untuk bertahan atau pengalih perhatian. Model penting ini dipertunjukkan di berbagai ekshibisi di seluh dunia dan hasil penelitian Taddei telah dipublikasikan dalam bukunya "Robot-robot Leonardo Da Vinci".


2. Multi Barrelled Mitralyur (Senapan Mesin Multi Laras)
Multi Barrelled Mitralyur

Da Vinci mensketsanya sekitar tahun 1480, mungkin sebagai jawaban atas kebutuhan militer dalam perang. Dari sketsa dan keterangannya, alat ini menggunakan sebuah engkol tangan untuk mengatur elevasi dan reloading saat ditembakkan. Mudah dipindahkan karena senjata ini ditempatkan di atas roda-roda. Dan akan sangat efektif digunakan kala perang.


3. Bom Cluster
Bom Cluster

Digunakan untuk menyerang secara sporadis. Terbuat dari kerang yang dicampur dengan tanah liat kemudian dijejali kedalam sebuah bola besi. ketika ditembakkan, bola besi ini akan meledak menjadi banyak dalam potongan-potongan proyektil dengan jangkauan dan dampak yang mematikan.


4. Scythed Chariots - Kereta Perang
Scythed Chariots

Ini merupakan salah satu karya yang paling indah dari manuskrip-manuskrip Da Vinci. Yakni sketsa kereta perang yang dikelilingi dengan pedang-pedang melengkung untuk menebas orang yang di depannya.

Pedang-pedang tersebut akan berputar untuk menebas apa saja di sekelilingnya. Di dalam gambarnya, Da Vinci mengilustrasikan pembantaian dalam detil yang mengerikan. Da Vinci mengilustrasikannya dengan gambar yang jelas dan menunjukkan keampuhan kereta perang tersebut untuk digunakan dalam perang.


5. Barrage Cannon - Canon Baris
Barrage Cannon

Gambarnya sendiri sangat lengkap dan mengagumkan, mengilustrasikan sebuah bombard dengan 16 meriam dalam suatu lingkaran. Aspek yang paling menariknya adalah pada pusat bombard itu sendiri, yang merupakan tempat sepasang tongkat mekanis dan roda-roda gir. Apabila senjata ini dibuat, maka akan menjadi sebuah senjata raksasa.


6. Tank
Tank

Ini mungkin salah satu sketsa yang paling terkenal dari proyek Da Vinci. Idenya adalah membuat sebuah mesin yang dapat menyebabkan kepanikan dan kerusakan pihak musuh. Kendaraan berbentuk layaknya kura-kura yang dilindungi dengan piringan logam, cincin dan ditambah beberapa meriam.

Dalam sebuah proposalnya kepada Duke of Milan, Da Vinci berkata “Saya dapat membuat kendaraan yang berlapis baja, aman, tak dapat dihentikan, dapat menembus jauh ke garis pertahanan musuh terutama artileri musuh, tidak akan melukai prajurit yang mengendarainya dan kendaraan tersebut akan membuat kejutan dan kekaguman”.

Karena adanya beberapa kendala serius yang di hadapi Da Vinci, pada akhirnya proyek tersebut diabaikan.


7. Dinding Pertahanan
Dinding Pertahanan

Dinding Pertahanan

Da Vinci juga mendesain metode bertahan yang mengagumkan. Konsep ini cukup rumit, saat dinding diserang, pasukan yang berada dibalik dinding pertahanan akan dengan cepat dan mudah mengelak dari serangan musuh hanya dengan satu pergerakan yang menggunakan sebuah sistem tuas. Saat musuh menggunakan tangga untuk menerobos dinding, tuas-tuas akan dikaitkan untuk menggerakan rel-rel pada dinding, dimana tangga disandarkan sehingga musuh akan berjatuhan.


8. Catapult - Ketapel
Catapult

Dasar desain ketapel memeng sudah ada dan sudah digunakan sebelum akhirnya disempurnakan oleh da Vinci. Desain ketapel khusus ini menggunakan dua pegas yang akan menghasilkan energi yang besar untuk menggerakkan proyektil dari batu dengan jarak yang lebih akurat. Untuk melontarkan sebuah peluru digunakanlah engkol yang berada disamping mesin ketapel.


9. Benteng
Benteng

Da Vinci mendesain benteng ini dengan ide mengutamakan keselamatan dalam suatu serangan. Bentuknya inovatif dan bisa dijadikan bentuk pertahanan yang efektif dari serangan proyektil-proyektil artileri yang mematikan.

Benteng ini desainnya sangat modern dengan menara bundar dan agak miring, dinding eksterior dirancang untuk menahan serangan dari senjata api. Sang pemimpin tinggal di pusat benteng dan dibawah benteng terdapat lorong-lorong rahasia bawah tanah. Di samping itu, benteng ini memiliki dua tingkat konsentris dinding, yang paling atas berbentuk bulat, untuk mengurangi dampak serangan meriam musuh. Juga dibuat lubang kecil yang memungkinkan prajurit dalam benteng memerangi musuh di luar dengan resiko cedera yang kecil.


10. Meriam Knock Down
Meriam Knock Down

Meriam adalah senjata yang sangat berat dan sukar untuk dimobilisasi dan adakalanya kereta untuk mengangkutnyapun sering tidk berjalan sempurna. Da Vinci mendesain suatu struktur meriam yang dengan mudah bisa dibongkar pasang dan dipindahkan untuk kemudian dirakit kembali.


11. Springald
Springald

Springald, adalah suatu alat yang melontarkan batu-batu atau kayu besar seperti crossbow dengan menggunakan lengan ayun di dalamnya. Meskipun banyak hasil rekonstruksi konsep da Vinci bisa dijumpai, tapi tidak ada bukti arkeologisnya yang mendukung. Diperkirakan karena material dari senjata ini sudah dihancurkan atau didaur ulang ketika tidak digunakan lagi.


12. Helikopter Da Vinci
Helikopter Da Vinci

Inilah dasar konsep helikopter modern. Leonardo Da Vinci juga dikenal sebagai penggagas pertama mesin yang dapat terbang secara vertikal. Sketsa dari mesin terbang berbaling-baling yang bertahun 1493 ini baru ditemukan pada abad 19. Terdiri dari sebuah wahana yang dipasangi baling-baling yang dikendalikan oleh suatu sistem yang belum sempurna.

Desain ini memang belum pernah digunakan. Da Vinci dikatakan sebagai penemu pertama yang secara praktis memperkenalkan mesin terbang. Da Vinci juga pernah mengatakan bahwa suatu saat nanti manusia akan bisa terbang. Baru pada 200 tahun kemudian prediksi da Vinci terbukti.


13. Kapal Lapis Baja
Kapal Lapis Baja

Gambar kapal perang Da Vinci memperlihatkan sebuah kapal kecil yang di haluannya dipasangi baja dan digunakan untuk menyerang kapal musuh. Kapal ini juga dilengkapi dengan perisai pelindung yang dapat berputar dan akan terbuka kembali setelah serangan selesai.

Perisai pelindung dimaksudkan untuk melindungi dari serangan kapal musuh dan untuk membantu menerobos pertahanan musuh. Perisai ini tidak akan dibuka sebelum kapal perang ini mendekati musuh. Perisai ini dioperasikan menggunakan sistem derek dan dapat bekerja sangat cepat. Ketika terjadi goncangan di kapal, perisai akan menjadi rem untuk mencegah meriam bergerak. Belum ada mesin disitu, tutup/buka perisai masih dikerjakan secara manual.


14. Crossbow - Panah Raksasa
Crossbow

Panah ini sedemikian besar sehingga diperlukan 6 roda untuk pergerakan dan kestabilannya. Panah raksasa Da Vinci ini bukan melepaskan anak panah, tapi melepaskan bola-bola besi berat. Busurnya terbuat dari kayu-kayu yang fleksibel yang diikat dengan kawat dan menempel di tempatnya pin-pin yang bisa diputar.

Panjangnya mencapai 13 meter dan ditarik oleh mekanisme baling-baling yang rumit. Da Vinci memasang kerek untuk mengatur traksi pada bagian belakang panah yang juga merupakan mekanisme baling-baling kedua, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat mengencangkan panah untuk digunakan.


15. Siege Weapon - Senjata Pengepung
Siege Weapon

Sketsa dari Da Vinci yang satu ini memperlihatkan sebuah senjata yang didesain untuk menyerang benteng-benteng pertahanan musuh. Senjata ini memiliki struktur yang mudah dimobilisasi dan adanya jembatan yang dipersenjatai yang disandarkan pada dinding benteng, sementara pasukan mencoba memasuki kota atau benteng.

Tangganya dibuat khusus dibuat dari roda-roda bergigi. Untuk mengangkat dan menurunkan tangganya digunakan engkol yang dapat memutar roda-rodanya ke depan atau ke belakang. Sebuah engkol memutar rodanya ke belakang dan ke depan yang mengangkat dan menurunkan tangganya.


Akhirnya, walaupun banyak karya Da Vinci diatas hanya sebatas sketsa dan keterangan, tapi ini menunjukkan kejeniusan seorang Da Vinci di masanya. Semua informasi diatas tercantum di dalam bukunya yang berjudul "The Codex Atlanticus" Atau "Atlantic Codex". merupakan sebuah buku penting karya Da Vinci, terdiri dari 12 volume dalam kumpulan gambar dan tulisan. Dari nama buku tersebut, menunjukkan luasnya pengetahuan di buku tersebut seperti luasnya samudera Atlantik.

Selasa, November 06, 2018

100 Tahun Lalu, Jerman Mengakui Kekalahan dalam Perang Dunia I

Jerman Mengakui Kekalahan dalam Perang Dunia I

Pagi hari tanggal 11 November 1918, sebuah mobil yang membawa ketua tim negosiator Jerman, Mathias Erzberger, menyeberang perbatasan Belgia-Prancis. Tujuannya sebuah hutan kecil di Compiegne, sekitar 90 kilometer dari Paris. Di sana dia bertemu dengan ketua tim negosiator Perancis, Marshall Ferdinand Foch, yang juga mewakili pihak Sekutu.

Di atas sebuah gerbong kereta api (foto artikel), kedua orang itu menandatangani sebuah dokumen bersejarah: kesepakatan gencatan senjata (armistice) yang mengakhiri Perang Dunia I. Kesepakatan itu secara teknis sebenarnya adalah kapitulasi (pengakuan kalah perang) Jerman. Beberapa bulan kemudian, para pimpinan Jerman dan Sekutu menandatangani perjanjian perdamaian di Istana Versailles.

Di beberapa negara sekutu, gencatan senjata 11 November diperingati sekaligus sebagai Hari Veteran. Jerman, sebagai pihak yang kalah perang, tidak merayakan hari itu, melainkan mulai tahun 1952 merayakan Volkstrauertag (Hari Berkabung) setiap tanggal 16 November.

Geliat terakhir armada perang Jerman

Musim panas 1918, pasukan Jerman melancarkan serangan di sepanjang Front Barat. Mereka berhasil memenangkan beberapa wilayah, sekalipun menderita kerugian besar. Antara Maret sampai Juli saja, jumlah pasukan berkurang dari 5,1 juta menjadi 4,2 juta orang. Kekaisaran Jerman berusaha memobilisasi pasukan tambahan dengan mengerahkan serdadu terluka yang belum pulih dan rekrutan muda usia 18 tahun yang terkena wajib militer.

Kekalahan itu sudah bisa diperkirakan, setelah AS di bawah Presiden Woodrow Wilson pada April 1917 turut menyatakan perang melawan Jerman. Ribuan pasukan lalu dikirim ke Eropa. Awal musim gugur 1918, sekitar 10 ribu tentara AS tiba setiap hari di medan perang.

Kedatangan pasukan AS yang berperalatan lengkap membuat pasukan Jerman kewalahan. Para pemimpin militer dan sipil menyadari, perang tidak bisa dimenangkan lagi, kehancuran total front Jerman hanya bisa dicegah melalui gencatan senjata.

Perang yang menghancurkan

Saat itu Eropa sudah mengalami empat tahun perang yang hebat. Ketika mengendarai mobil melewati daerah Belgia dan Perancis, Mathias Erzberger sendiri terpana dengan kondisi sekitar yang dilihatnya. "Tidak ada satu pun rumah yang tersisa, satu kehancuran datang menyusul yang lain," tulis jurnalis dan politisi Jerman itu. "Di bawah sinar bulan reruntuhan tampak seperti hantu di udara. Tidak ada makhluk hidup yang menunjukkan dirinya."

Perang Dunia I adalah perang yang paling mematikan dalam sejarah. Kemajuan teknologi dan industrialisasi yang terjadi saat itu melahirkan senjata-senjata mengerikan yang belum pernah dilihat sebelumnya, baik dalam kuantitas maupun kualitas: kendaraan lapis baja yang tidak bisa ditembus peluru, perahu yang bisa bermanuver di bawah permukaan air, artileri kaliber besar dengan daya jangkau jauh, senjata kimia dengan gas beracun.

Para sejarawan militer memperkirakan, sekitar 850 juta munisi artileri ditembakkan selama Perang Dunia I. Industri berlomba-lomba memproduksi senjata pembunuh massal. Penemuan senjata mesin jenis baru merenggut nyawa hampir 11 juta tentara. Negara-negara yang terlibat perang memobilisasi hampir 56 juta pasukan. Rata-rata 6.000 tentara tewas setiap hari di medan perang. Lebih dari 21 juta tentara cedera sampai cacat - mereka kehilangan bagian tubuh, harus diamputasi, atau berakhir buta atau tuli.

Kesepakatan gencatan senjata 11 November 1918 akhirnya mengakhiri perang, namun tidak berarti mengakhiri penderitaan. Kesulitan, kesedihan, kemelaratan dan rasa frustasi terus mencengkeram, terutama di Jerman. Ini menjadi lahan subur bagi kebangkitan kembali politik militerisme dan munculnya seorang diktator paling kejam dalam sejarah dunia: Adolf Hitler.

Resources
  • https://www.tempo.co/dw/300/100-tahun-lalu-perang-dunia-i-antara-jerman-dan-sekutu-resmi-berakhir

Senin, September 17, 2018

Pabrik Pindad Pernah Tersambung Rel Kereta Api

Rel kereta api Pindad

Angkutan kereta api menjadi obyek vital di Pulau Jawa, terutama pada zaman kolonial Belanda dan awal-awal masa kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Salah satunya, penggunaan kereta api untuk mengangkut produk-produk militer, terutama senjata dan amunisi dari pabrik senjata dan mesiu Kiaracondong Bandung yang kini bernama PT Pindad (Persero).

Keberadaan rel kereta api menuju kawasan Pindad, diawali sejak didirikannya pabrik senjata dan mesiu di Kiaracondong tahun 1923 setelah dialihkan dari Surabaya. Pada masa itu, banyak industri yang didirikan kolonial Belanda dikoneksikan dengan jalur rel kereta api untuk angkutan massal.

Kini, lintasan rel kereta api yang menuju atau dari pabrik senjata Pindad, nyaris sulit dikenali. Apalagi, lintasan rel umumnya sudah hampir tertutup menjadi Jalan Sukapura dan padatnya pemukiman setempat.

Meski demikian, banyak pegawai senior Pindad masih mengingat dan mengetahui keberadaan lintasan rel kereta api dari Stasiun Kiaracondong ke kawasan Pindad itu. Termasuk masyarakat sekitar yang mendirikan bangunan di bekas-bekas lintasannya.

Beberapa pensiunan Pindad pun menunjukkan tempat parkir sepeda motor yang dahulunya sampai tahun 1970-an dan awal 1980-an, masih berupa ujung percabangan rel kereta api angkutan di kawasan Pindad. Bahkan tahun 1960-an sampai 1970, masih tampak beberapa lokomotif uap berada di lokasi tersebut. Namun tak diingat lagi kapan lokomotif-lokomotif tersebut terakhir masuk ke kawasan Pindad.

Seingat sejumlah pensiunan Pindad, rel kereta api yang tersambung ke Stasiun Kiaracondong, berukuran normal dengan lebar umumnya 1,067 meter. Dari Stasiun Kiaracondong pernah ada percabangan buntu di Stasiun Cikudapateuh yang kini sudah tertutup tanah. Dulu, di sanalah tempat menurunkan senjata dan amunisi untuk kawasan militer setempat.

Ada pula rel ukuran lebih kecil, sekitar 600 mm yang merupakan angkutan kereta api lori berukuran kecil. Saat ini rel tersebut masih relatif utuh di kompleks Pindad, terutama di kawasan-kawasan tertentu yang kini menjadi hutan koloni.

Rata-rata, rel itu tersambung satu sama lain dengan sejumlah tempat penyimpanan hasil produksi yang mirip bunker penyimpanan. Dahulu, rel-rel ukuran kecil inilah yang mengangkut senjata, amunisi, ranjau, dan lainnya, dari pabrik untuk kemudian dipindahkan ke angkutan kereta api besar menuju Stasiun Kiaracondong.

Dari Stasiun Kiaracondong, berbagai produk senjata, amunisi, dan ranjau dikirim dengan kereta api ke gudang senjata di Bandung, Cimahi, Batavia (Jakarta), Jawa Tengah, lalu ke Surabaya (Jawa Timur).
Rel kereta api Pindad
Foto van dhr. Jacobs, werkzaam bij artileri fabriek ACW (Artileri Comstructie Winkel dari Werkplaats) di Bandoeng Tanggal 1 Desember 1920
Sejumlah dokumen sejarah dari Belanda mencatat pabrik senjata dan mesiu Kiaracondong masih menggunakan proses pengiriman tersebut sampai pertengahan tahun 1960-an. Gambaran jalur kereta api di pabrik senjata Kiaracondong, dapat dilihat pada peta Kota Bandung yang dilansir AFNEI pada November 1945 milik Centrale Bibliotheek Amsterdam yang tersimpan di Delft University of Technology Belanda.

Tampak jalur rel ke ACW (Artilerie Constructie Winkel (ACW) yang menjadi bagian dari pabrik senjata dan mesiu Kiaracondong tersebut, mulai dari Stasiun Kiaracondong kemudian percabangan di Sukapura menyisir sungai menuju ke ACW lalu berujung di Cidurian.

Sedangkan dalam dokumen Ministerie van Defensie NIMH Belanda, tampak pula rangkaian pengangkutan produk-produk senjata, bom, ranjau, dan amunisi di dalam kompleks pabrik senjata dan mesiu Kiaracondong yang ditarik lokomotif kecil bertenaga diesel.

Kini di tahun 2018, sebagian bekas-bekas rel yang tersambung ke kawasan Pindad dari Stasiun Kiaracondong masih tampak, misalnya di ujung tempat parkir sepeda motor. Tampak sebuah bundaran (kabarnya bekas jembatan putar lokomotif), di sana terdapat bekas rel yang dilintangkan di atasnya.

Melihat kondisi jalan semakin macet, angkutan kereta api sebenarnya kembali menjadi andalan. Khusus jalur rel kereta api yang menghubungkan kawasan Pindad ke Stasiun Kiaracondong yang kemudian menghubungkan ke berbagai kota lainnya di Pulau Jawa, potensial kembali diaktifkan untuk mendukung distribusi produk-produk Pindad dalam mendukung industri pertahanan nasional di Pulau Jawa.

Resources
  • Pindad Update, April 2018

Sabtu, Agustus 25, 2018

3 Senjata Penentu Kemenangan Uni Soviet atas Jerman dalam PD II

Peluncur roket Katyusha

Salah satu babak paling menentukan dalam Perang Dunia II adalah invasi Jerman ke Uni Soviet. 

Adolf Hitler memulai operasi Barbarossa pada 22 Juni 1941 yang diharapkannya mampu menguasai Uni Soviet dengan cepat. Namun, perhitungan Hitler salah besar. Bentang alam yang tak ramah ditambah kegigihan Tentara Merah mengakibatkan Nazi tak bisa menancapkan kukunya.

Selain kegigihan tentara dan keganasan alam, Uni Soviet memiliki sejumlah senjata yang menjadi ancaman serius bagi pasukan Nazi.

Berikut ini adalah tiga senjata yang digunakan Uni Soviet untuk menghalau serangan Nazi.

1. Peluncur Roket Katyusha

Peluncur roket Katyusha
Peluncur roket Katyusha menembaki pasukan Jerman, selama Pertempuran Stalingrad pada 6 Oktober 1942 (Gambar: Wiki Common)
Ada beberapa teori mengapa peluncur roket BM-13 diberi nama ‘Katyusha’, yang merupakan nama perempuan Rusia. Salah satu teori mengatakan, suara yang dihasilkan senjata ini ketika meluncurkan roket sama dengan nada lagu berjudul sama.

Bagi pasukan Jerman, suara proyektil yang melesat dari moncong Katyusha amat menakutkan karena saat menghantam sasaran peluru Katyusha menyebarkan serpihan logam ke berbagai arah.

Senjata ini sangat efektif untuk menghadapi tentara infanteri, tapi tidak untuk menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja. Roketnya meski dilengkapi dengan peluru berdaya ledak tinggi, tetapi tak mampu menembus lapis baja tank atau kendaraan taktis lainnya.

2. Tank T-34

Tank T-34 Uni Soviet
Tank T-34 Uni Soviet (Gambar: Youtube)
T-34 adalah tank medium buatan Uni Soviet yang diproduksi dari tahun 1940 sampai 1958.  Tank ini juga membantu mengubah nasib Uni Soviet saat perang. Ia adalah salah satu mesin perang terpenting dalam sejarah Uni Soviet. Tank ini sudah mengalami berbagai upgrade, salah satunya dengan dipasang meriam berkaliber 76 mm.

Tank ini memiliki daya tembak yang luar biasa, bisa menghancurkan lapisan baja tank Tiger milik Jerman. Tank ini juga memiliki mobilitas dan lapisan baja tebal yang melindungi awaknya dari bahaya.

Walaupun lapisan baja dan senjatanya kemudian diungguli oleh tank lainnya pada era itu, T-34 sering disebut sebagai tank paling efektif, efisien, dan memiliki desain paling berpengaruh pada Perang Dunia Ke-II.

3. Pesawat Ilyushin Il-2

Pesawat tempur Ilyushin Il-2
Pesawat tempur Ilyushin Il-2 (Gambar: Wiki Common)
Satu lagi mesin militer yang berperan penting atas kemenangan Uni Soviet di Perang Dunia II adalah pesawat serangan darat Ilyushin Il-2. Pesawat ini  memiliki julukan "Tank Terbang" karena lapisan bajanya yang tebal.

Il-2 bukanlah pesawat memiliki kemampuan manuver terbaik, tapi ia adalah salah satu pesawat tempur paling efektif untuk menghancurkan sasaran terutama di darat. Pesawat ini juga irit bahan bakar. Sekali mengisi BBM, Il-2 bisa terbang sejauh 700 kilometer.

Il-2 dilengkapi dua senapan mesin kaliber 23 mm dan dua senapan mesin 7,62 mm yang amat efektif menghancurkan musuh di darat. Selain itu, ia juga bisa menurunkan bom-bom RS-82 dan RS-132 dengan berat hingga 600 kilogram.

Salah satu fitur paling menarik Il-2 adalah kemampuannya mendarat tanpa roda dalam kondisi darurat.

Resources
  • Intisari

Senin, Agustus 06, 2018

Perang Tahun 1812, Amerika Serikat VS Inggris Raya

Ilustrasi Perang Tahun 1812

Perang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Inggris Raya ini dikenal sebagai "War of 1812",  atau biasa disebut juga “Perang Kesalahan Komunikasi”. 

Perang ini terjadi pada 18 Juni 1812, setelah Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Inggris Raya. Amerika Serikat merasa geram dengan tindakan Inggris yang sering mengganggu kapal-kapal dagang Amerika, termasuk melakukan tindakan buruk pada para pelaut Amerika.

Sebelum perang benar-benar terjadi, Perdana Menteri Inggris Spencer Perceval tewas dibunuh pada Mei 1812. Kabinet Inggris yang baru berusaha mencabut Orders in-Council, yang dikenal karena citra buruknya, di mana mereka selalu memaksakan mendahulukan kepentingan umum.

Kabinet Inggris yang baru berusaha menghentikan perang dan mereka mengirimkan perwakilannya untuk memberitahukan kebenaran yang terjadi. Namun, pemerintah Amerika Serikat tidak mengetahui peristiwa tersebut sehingga mereka mengirimkan pasukannya untuk berperang.

Perwakilan Inggris yang tiba di New York City terlambat beberapa hari. Oleh karenanya situasi antara Inggris dan Amerika tidak berubah.

Pasukan Amerika berusaha menangkap orang-orang Inggris yang berada di Kanada. Dengan jumlah yang tidak lebih dari 500.000 jiwa, Kanada akan kesulitan membendung serangan dari Amerika Serikat.

Akan tetapi justru permasalahan berada di kubu pasukan Amerika. Komunikasi di antara para komandan perang Amerika cukup buruk, sehingga membuat mereka kalah dan Inggris berhasil menguasai Benteng Detroit, serta sebuah garnisun penting Amerika.

Pasukan laut Amerika jauh lebih unggul dibandingkan pasukan laut Inggris. Amerika memiliki kapal-kapal perang yang tangguh dan baru, sedangkan Inggris memiliki model kapal yang sudah lama. Amerika beberapa kali memperoleh kemenangan di laut berkat kehebatan pasukan dan peralatan yang mereka miliki.
Perang tahun 1812
Ilustrasi kapal pasukan laut Amerika menenggelamkan kapal pasukan laut Inggris dalam Perang Tahun 1812. (Foto: Wiki Common)

Pada 1813, status quo dipertahankan di wilayah New York tetapi Amerika memenangkan sebuah pertempuran laut yang cukup penting di Danau Eriedd. Selain itu juga seorang kepala suku Shawnee, Tecumseh, yang merupakan sekutu penting Inggris, tewas terbunuh dalam Perang Sungai Thames.

Pasukan Amerika pun berhasil mendominasi sepanjang tahun 1813. Tetapi kekuatan Inggris semakin besar, setelah mereka mendapat tambahan pasukan dari kelompok tentara yang ikut berperang bersama Inggris melawan Prancis.

Prajurit Inggris berhasil menduduki dan membakar sebagian Washington DC pada bulan Agustus. Tetapi mereka berhasil dipukul mundur di Baltimore pada September 1813. Pasukan Inggris berhasil memasuki New York, tetapi segera mundur setelah Amerika memenangkan perang laut di Danau Champlain.

Pada Desember 1814, pasukan Inggris terlah mendekati wilayah New Orleans. Mereka tidak mengetahui perjanjian Damai Ghent telah ditandatangani dan setuju penyelesaian perang. Perang New Orleans pun pecah pada 8 Januari 1815. Perang itu menjadi bencana bagi Inggris karena kehilangan 2.000 prajurit.

Resources
  • Crompton, Samuel Willard. 2007. 100 Peperangan yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang: Karisma

Jumat, Juli 27, 2018

Kopaska Juga Dibekali Kondom Saat Rebut Irian Barat

Kopaska

Pada tahun 1962, ketika pemerintah RI melancarkan operasi militer bersandi Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda, semua kekuatan militer yang dimiliki oleh Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI/TNI) dikerahkan.

Pasukan khusus seperti Komando Pasukan Gerak Tjepat AURI, RPKAD (TNI AD), dan Kopaska (TNI AL) juga dikerahkan untuk melakukan misi penyusupan, sabotase, intelijen, dan melancarkan perang secara gerilya.

Pasukan Kopaska meski menjadi ujung tombak dalam pertempuran di laut ternyata menjadi pasukan yang paling akhir dikirimkan ketika APRI akan melancarkan serangan besar-besaran melalui operasi militer bersandi Jayawijaya.

Pasukan Kopaska yang diberangkatkan dari Jakarta ke Surabaya melalui misi sangat rahasia ini kemudian menuju ke gudang senjata PAL (Penataran Angkatan Laut) untuk mengambil senjata dan bahan peledak serta peralatan khusus lainnya.

Tapi mereka terkejut karena hampir semua senjata telah digunakan oleh pasukan lain dan sukarelawan demi melaksanakan operasi tempur Jayawijaya.

Pasukan Kopaska yang memiliki motto Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak Ada Rintangan yang Tidak Dapat Diatasi) pun tetap memiliki semangat tempur tinggi meski hanya berbekal persenjataan yang tersisa.

Persenjataan itu antara lain senapan laras panjang yang hanya efektif untuk keperluan pertempuran jarak dekat seperti Madsen M-50 buatan Denmark.

Padahal idealnya personel Kopaska bersenjata senapan serbu AK-47 buatan Rusia mengingat demi mendukung Operasi Trikora, APRI telah membeli senapan AK-47 dalam jumlah besar.

Semula personel Kopaska juga kesulitan menemukan alat pemicu bahan peledak di gudang PAL karena telah dibawa oleh pasukan lain. Tapi beruntung mereka masih menemukan beberapa gulung kabel firecord yang merupakan kabel berisikan bahan peledak berkekuatan tinggi dan bisa difungsikan sebagai pemicu bahan peledak.

Namun, dalam misi tempurnya, pasukan Kopaska juga selalu dibekali kondom dalam jumlah banyak untuk kepentingan membungkus bahan peledak atau detonator yang akan digunakan untuk operasi bawah air (underwater demolition).

Saat itu kebetulan setiap personel Kopaska hanya mendapat pembagian kondom dalam jumlah terbatas. Sehingga mereka sudah membayangkan misi peledakan bawah air akan mengalami kesulitan akibat kekurangan kondom itu.

Pada awal Agustus 1962 pasukan Kopaska sudah tiba di Teluk Peleng, Maluku dan bersama pasukan lainnya sudah siap melaksanakan operasi tempur habis-habisan (all out) melawan pasukan Belanda.

Misi tempur mereka bahkan bersifat one way tiket atau siap gugur dalam pertempuran demi bangsa dan negara. Apalagi salah satu tugas mereka adalah meledakkan kapal-kapal perang Belanda menggunakan torpedo yang dikendalikan manusia dan merupakan misi beresiko sangat tinggi.

Tapi pasukan Belanda akhirnya merasa gentar dengan persiapan tempur APRI yang begitu lengkap. Pasalnya APRI juga mengerahkan pesawat pembom Tu-16 buatan Rusia, Belanda akhirnya lebih memilih langkah diplomasi dan menyerahkan Irian Barat ke Indonesia melalui PBB pada 15 Agustus 1962.

Semua pasukan APRI pun kemudian ditarik ke Jakarta (Jawa) termasuk pasukan Kopaska yang kemudian kembali ke pangkalan untuk terus berlatih dan berlatih demi kesiapan menjalankan misi tempur rahasia di mana saja.

Resources
  • Sumber : Kopaska Spesialis Pertempuran Laut Khusus, TNI AL, 2012